TRENDING TAG:
  • Home
  • Hukrim
  • Polresta Pekanbaru Gulung Tiga Tersangka Bandar Narkoba...
Dikendalikan Napi di Lapas Pekanbaru

Polresta Pekanbaru Gulung Tiga Tersangka Bandar Narkoba

Jumat, 14 Agustus 2015 | 17:09:00
Pasutri mantan napi kasus narkoba, kembali ditangkap dalam kasus yang sama. Hasil pengembangan polisi, ternyata bandarnya adalah seorang narapidana.
PEKANBARU - Walaupun sudah pernah mendekam di penjara akibat tersandung kasus narkoba, namun hukuman itu tak membuat kapok pasangan suami istri RN (34) dan AM (38). Keduanya kini diamankan petugas kepolisian dalam kasus yang sama. 

Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana Riza, mengatakan selain RN dan AM, dihari yang sama juga menangkap seorang kurir narkoba inisial JS (24). Dari pengakuan ketiga tersangka inilah diketahui kalau semua sabu-sabu tersebut ternyata diperoleh dari WD, seorang napi di dalam Lapas Kelas II A Pekanbaru. 

Menurut Iwan, penangkapan terhadap ketiga tersangka itu diawali berkat informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktifitas peredaran sabu-sabu di wilayah Sigunggung, Kecamatan Payung Sekaki. 

Berangkat dari informasi itu, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan. Benar saja, setelah beberapa hari diselidiki, petugas kemudian mengetahui keberadaan sang bandar yang tak lain adalah pasangan sah suami istri RN dan AM. 

"RN dan suaminya AM kita tangkap sekitar pukul 18.30 WIB di rumah kontrakan mereka di Jalan Suka Maju, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki. Kontrakan mereka lalu kita geledah dan ditemukanlah barang bukti 14 paket sabu-sabu, terdiri dari satu paket besar, enam paket sedang dan tujuh paket kecil. Termasuk sebuah timbangan digital, buku berisi catatan transaksi narkoba serta tujuh unit handphone," paparnya, Jumat (14/8/15). 

Usai meringkus RN dan AM, petugas selanjutnya melakukan pengembangan. Apalagi berdasarkan keterangan pasutri tersebut, sabu-sabu yang mereka dapatkan diantar oleh seorang kurir, JS. Melalui pemancingan dan penyamaran yang dilakukan petugas, sekitar pukul 22.30 WIB, JS pun diminta untuk mengantarkan sabu yang lain ke kontrakan RN dan AM 

"Begitu JS sampai ke rumah RN dan AM, yang bersangkutan langsung kita tangkap. Di tangan JS kita menemukan lagi seperempat ons sabu-sabu seharga Rp23 juta. Malam itu, kita lakukan pula penggeledahan di rumah JS di Jalan Paus, Marpoyan Damai. Lagi-lagi kita mendapati barang bukti tambahan, dua paket sedang sabu-sabu yang disembunyikan di dalam CPU komputer, ratusan plastik pembungkus sabu dan buku catatan," urainya panjang lebar. 

Sementara itu mengenai dugaan keterlibatan seorang napi di lapas, Iwan menegaskan hal tersebut juga pasti akan dikoordinasikannya ke pihak lapas. "Kita pasti kordinasi ke lapas untuk menyelidiki keterlibataan WD. Terhadap para tersangka kita jerat dengan Pasal 114 Ayat 2 jo 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," singkatnya. 

Terpisah, tersangka RN mengatakan terpaksa menjadi bandar sabu karena terdesak kebutuhan ekonomi rumah tangga. Ibu tiga anak itu mengaku selain sebagai bandar, ia juga sudah lama menjadi pemakai. "Pakai narkoba sejak 2010, kalau jadi bandar baru dua bulan terakhir ini. Saya dulu masuk penjara tahun 2011, kalau suami saya tahun 2014. Kasusnya narkoba juga," tutupnya.

(rdk/rtc)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA