TRENDING TAG:
  • Home
  • Hukrim
  • Dugaan Penipuan, Oknum Anggota DPRD Bengkalis Dilaporkan ke Polda Riau...

Dugaan Penipuan, Oknum Anggota DPRD Bengkalis Dilaporkan ke Polda Riau

Jumat, 9 Juni 2017 | 16:33:42
BENGKALIS - Diduga seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, JW, dilaporkan ke Polda Riau pada Kamis (8/6/17) kemarin, atas tuduhan dugaan penipuan terkait pemasangan PLN di desa Bukit kerikil, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis Riau.

Seorang warga desa bukit kerikil, Amirudin melaporkan hal tersebut, karena pemasangan KWH meter listrik PLN yang dijanjikan panitia ILEGAL PLN di desa tersebut sebesar 1300 VA. Namun pada kenyataannya yang dipasang hanya, KWH meter 900Va.

"Itu tidak sesuai dengan perjanjian, karna kita merasa di rugikan makanya kita laporkan ke Polda Riau. Ada sekitar tiga ratusan KK lagi yang ikut dalam pemasangan itu,"ungkapnya Saat dihubungi Wartawan, Jum'at (9/6/17).

Lanjutnya, dari 500an orang masyarakat desa yang ikut dalam pemasangan listrik itu, hanya ada 132 rumah yang dipasang KWH meteran sebesar 1300Va. 

Sedangkan yang lainnya termasuk dirinya hanya menerima KWH meteran 900Va, ada sekitar 300an pemasang dengan harga yang sama Rp3.500.000, yang tidak dipasang sesuai perjanjian.

Tidak hanya itu, Instalasi listrik rumahnya juga tidak diperiksa oleh lembaga pembuat Sertifikat Layak Operasi (SLO) dan tidak mendapatkan SLO asli, padahal dalam perundangan listrik yang di keluarkan Kementerian ESDM, setiap pasang baru PLN wajib ada SLO asli ke pemilik rumah.

"Instalasi listrik yang dipasang di rumah diduga juga tidak sesuai dengan syarat syarat resmi,"bebernya.

Sementara itu, JW, anggota DPRD Bengkalis dari partai Nasdem ini langsung membantah dan menyampaikan bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar. Karena setelah dirinya dilantik sebagai anggota dewan, ia  sudah tidak menjadi kepanitiaan itu lagi.

Lanjutnya lagi, untuk masala biro dirinya tidak tau dan menangani lagi, karena dirinya sudah tidak di kepengurusan, namun ia tetap mengupayakan bagaimana listrik itu masuk ke desa bukit kerikil tersebut.

"Setelah biro masuk, saya tidak ambil pusing lagi masalah itu, cuman dalam laporan itu ada pula nama saya menipu dia, dalam hal apa?,"ujarnya bertanya.

Dijelaskannya, Pada tahun 2013 lalu masyarakat bukit kerikil ingin menikmati fasilitas listrik PLN, jadi msyarakat sepakat mengesahkan itu dengan membentuk panitia listrik PLN desa bukit kerikil supaya ada yang bisa mengesahkan itu.

"Terpilihlah saya sebagai ketua, tetapi setelah saya dilantik sebagai anggota DPRD saya mengundurkan diri sebagai ketua PLN desa itu sesuai dengan tatib dewan, saya mengundurkan diri itu akhir tahun 2015,"imbuhnya.

Diketahui, bersama JW yang juga sebagai Ketua panitia PLN desa turut dilaporkan tiga orang lainnya yakni, Wakil ketua, Juri seorang ketua RW, Bendahara Misno dan Sekretaris Haji Saefudin.

(rdk/rgc)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA