TRENDING TAG:
  • Home
  • Hukrim
  • Sebelum Tayang, 208 Paket Lelang Pemkab Bengkalis Telah Bertuan...

Sebelum Tayang, 208 Paket Lelang Pemkab Bengkalis Telah Bertuan

Sabtu, 17 Juni 2017 | 23:31:04
BENGKALIS - Ada dugaan, 208 paket lelang pekerjaan proyek di Kabupaten Bengkalis telah diatur pemenangnya. Diantaranya 199 paket pekerjaan di Dinas PUPR dan 9 paket di Dinas Perhubungan (termasuk paket konsultan perencana). Terhadap paket lelang tersebut, sebelum tayang telah memiliki tuan.

Ironisnya, dugaan mengarah kalau oknum di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis telah melakukan pengaturan terhadap rekanan pemenang. Bahkan indikasi setoran 7 persen hingga 15 persen yang harus dipenuhi rekanan mengapung ke public.

Fahruddin Sumantri, salah seorang kontraktor lokal Bengkalis mengatakan, jobolnya system lelang terbuka di Kabupaten Bengkalis yang terindikasi telah dikondisikan sebelumnya, kian menguat. 

Jelas, hal itu akan menuai sorotan tajam. Untuk itu, aparat penegak hukum harus segera membentuk tim khusus untuk memulai melakukan penelusuran atas sejumlah kejanggalan dalam lelang bebas APBD 2017 Kabupaten Bengkalis, bukan hanya menunggu ada yang melaporkan temuan.

"Kita sama-sama fahamlah, dugaan pidana korupsi dalam bentuk suap dan gratifikasi sering terjadi di Kabupaten Bengkalis. Jadi aparat harus bisa sesegera mungkin melakukan deteksi dini untuk pencegahan hingga tindakan hukum," katanya, Jumat (16/6) kemarin. 

Dalam dunia kontraktor lanjut Fahruddin, apalagi yang melibatkan uang publik, dugaan pengkondisian antara oknum SKPD, ULP dan rekanan tidak ada yang tidak mungkin meski memakai sitem lelang terbuka sekalipun. Karena prosesnya membuka peluang para pihak yang terlibat untuk melakukan pengaturan. Artinya, semua syarat dan rukunnya dipenuhi, namun hasil akhirnya sudah ditentukan.

"Perlu diingat, ini hanya oknum. Dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, seharusnya aparat penegak hukum sudah bisa bekerja melakukan penelusuran. Kita ingin jangan ada permainan untuk menggerogoti APBD secara haram," ujarnya.

Sementara, Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat-Ib) Bengkalis Amir Syahrudin menegaskan, adanya indikasi pengaturan, menurutnya bisa saja terjadi. Karena, lelang bebas bisa diatur dengan berbagai cara. Apalagi rekanan, ULP dan SKPD mengetahui mudahnya mengakali sistem LPSE.

"Maaf, kalau saya melihat hari ini, adanya dugaan penggerogotan dari luar pemerintahan yang sekarang bisa saja terjadi. Tidak hanya masalah pengkondisian proyek, tapi ada semacam kelompok diindikasikan ingin menggerogoti pemerintahan Amril Mukminin dan Muhammad secara keseluruhan. Dan kemudian, yang dari dalam juga sering atau kerap bermanuver," tegas Amir.

Untuk itu, guna meminimalisir terjadinya kecurangan terhadap lelang paket di Kabupaten Bengkalis, penegak hukum seperti KPK, Jaksa dan Polri harus terus melakukan monitor dan pengawasan. Sebab, dugaan pengaturan itu merugikan masyarakat secara keseluruhan.

"Jangan biarkan monopoli paket lelang proyek ini terjadi. Karena hal itu hanya akan memperkaya golongan dan kelompok tertentu saja. Lantas bagi kontraktor lokal kita yang memiliki modal terbatas, tentu mereka tidak akan bekerja. Sementara mereka terus membayar pajak untuk daerah ini," ungkapnya.

Amir yang juga seorang aktivis ini menyarankan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Wakil Bupati Muhammad segera melakukan evaluasi dan betul-betul bekerja sesuai aturan. Sebab, kalau itu tidak dilakukan, maka akan memperburuk citra bupati dan wakil dimata masyarakat.

"Pemerintahan sekarang akan tercoreng dan menjadi preseden buruk bagi pemimpin. Bayangkan kalau dugaan itu memang benar adanya. Saat ini ekonomi masyarakat tengah terpuruk, sementara oknum yang tidak bertanggungjawab selalu menangguk di air keruh," tuntas Amir.

Ketua ULP Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui selulernya perihal dugaan paket pekerjaan proyek di Kabupaten Bengkalis telah diatur alias telah ada pemenangnya kendati tetap ditayangkan, ternyata tidak aktif. Saat dicoba menghubungi melalui WAnya, juga tidak ada jawaban.

(der/der)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA