TRENDING TAG:
  • Home
  • Kesehatan
  • Kualitas Udara Buruk, Masyarakat Pekanbaru Diimbau Tak Keluar Rumah...

Kualitas Udara Buruk, Masyarakat Pekanbaru Diimbau Tak Keluar Rumah

Jumat, 4 September 2015 | 15:02:21
PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan perbanyak konsumsi air putih menginggat kondisi kabut asap sisa kebakaran hutan menyelimuti wilayah ini.

"Polusi asap akibat kebakaran hutan di Provinsi Riau dan sekitarnya membuat kualitas udara di kota Pekanbaru sudah mencapai level berbahaya. Kalaupun memang ingin berkativitas diluar rumah gunakan pelindung hidung seperti masker, agar tidak terkena penyakit pernafasan," imbaunya, Jumat (4/9/15).

Helda, juga menghimbau kepada seluruh sekolahan jangan terburu-buru memasukan anak didiknya jika kondisi udara di kota ini benar-benar pulih dan bersih. Sebab, anak usia muda paling mudah terjangkit penyakit saluran pernafasan yang diakibatkan dari kabut asap bercampur partikel halus sisa kebakaran hutan.

"Nggak usah keluar rumah dulu kalau tidak ada keperluan, kalau memang mau keluar gunakan masker. Supaya partikel-partikel yang terkandung dalam udara tidak terhirup karena sangat membahaya kesehatan manusia itu sendiri," beber Kadiskes Pekanbaru, kepada awak media.

Dirinya menyarankan setiap warga untuk memperbanyak minum air putih ini sangat penting dilakukan dalam kondisi kabut asap seperti yang terjadi di kota Pekanbaru. Tujuannya untuk mengeluarkan partikel-partikel penyebab iritasi dari dalam tubuh, maka dibutuhkan cairan tubuh yang cukup. 

"Kadar oksigen yang cenderung menipis juga akan berdampak pada kesehatan. Oleh karenanya, warga diminta untuk banyak beristirahat. Bagi yang ada asma, penyakit paru kronis, asap ini bisa menjadi pencetus. Juga pada anak-anak, mari kita antisipasi dampaknya," kata Helda.

Berdasarkan pantauan awak media di sejumlah titik di Pekanbaru, papan ISPU (Indeks Standar Polusi Udara) menunjukkan level bahaya. Artinya, indeks polusi terukur lebih dari 300 dan dapat berdampak serius pada kesehatan. Level di bawahnya adalah tidak sehat, dengan indeks 200-299.

"Ini bisa memberikan dampak kesehatan antara lain peningkatan risiko kardiovaskular pada populasi bukan perokok yang berpenyakit jantung, serta peningkatan risiko asma dan bronkitis," imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, kepada seluruh lapisan masyarakat.

(yud/yud)‎ 
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA