TRENDING TAG:

BUMD di Riau Penuh Problematik

Kamis, 12 Februari 2015 | 16:52:46
JAKARTA - Legislator dari pemilihan Riau Lukman Edy mendesak Plt Gubri Arsajuliandi Rachman agar secepatnya dilantik sebagai orang nomor satu di Riau. Dengan dilantiknya mantan anggota komisi VII DPR itu diharapkan bisa membenahi krisis manajemen di lingkungan BUMD Riau. 

Lukman Edi menyayangkan BUMD yang secara prinsip manajemen, harus bisa memberikan keuntungan bagi pendapatan daerah dan memberikan kesejahteraan masyarakat di daerahnya, justru BUMD tersebut tidak memberikan kesejahteraan dan merugi terus menerus meskipun sudah memperoleh alokasi anggaran yang besar.

"Kalau Plt sudah dilantik menjadi Gubernur definitif, maka secepatnya melakukan restrukturisasi di dalam manajemen seluruh BUMD sebagai upaya untuk perbaikan kinerja atau problematika BUMD Riau yang buruk dalam pengelola keuangan, " kata Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy di gedung DPR Jakarta, Kamis (12/2/15).

LE menegaskan dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), selama ini telah terjadi mismanajemen dan mengakibatkan kerugian secara kontinyu dan pembiaran terjadinya pelanggaran peraturan dalam tata kelola keuangan. 

"Manajeman BUMD Riau tak jelas karena selalu banyak masalah  ehingga terus merugi dan terjadi pelanggaran peraturan dalam tata kelola keuangan. Hal itu akibat ketidakjelasan kepimpinan di Riau, termasuk juga ada ketidakharmonisan hubungan antara gubernur dan DPRD Riau, " ujar LE.

Lukman meminta para direksi BUMD Riau bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya, termasuk dalam masalah pengelolaan keuangan. "Saya kira aparat penegak hukum harus menindaklanjuti hasil audit BPKP terhadap BUMD-BUMD Riau yang bermasalah dan melakukan pelanggaran dalam tata kelola keuangan," katanya

Meski terjadi buruknya manajemen BUMD, maka BUMD di Riau harus tetap dipertahankan dengan syarat harus dilakukan restrukturisasi dengan membangun lagi dari awal visi misi, kelembagaan dan manejemen di jajaran direksi. Gubri mesti kembali melakukan fit and proper test terhadap calon pimpinan BUMD di Riau. 

"Bahasanya bukan dicopot, tapi perlu dilakukan fit and proper test lagi terhadap seluruh BUMD Riau karena kinerjanya semua bermasalah. Mau SPR, RIC atau BUMD lain perlu di fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan)  lagi direksinya," katanya.

Buruknya pengelolaan keuangan BUMD Riau, juga tak lepas dari ketidakjelasan kepimpinan di Riau, termasuk ada ketidakharmonisan hubungan antara gubernur dan DPRD Riau. 

"Lihat saja sudah tiga gubernur, satu mantan (Saleh Djasit, red) dan dua gubernur (Rusli Zainal dan Annas Maamun, red) ditangkap KPK. Gubernurnya sekarang tidak jelas, makanya tidak perlu heran kalau ditangkapi KPK. Jadi bagaimana mau memimpin BUMD, kalau gubernurnya saja tidak jelas,"  katanya.

LE berharap Plt Gubri Andi Rahman segera dilantik sebagai gubernur definitif supaya bisa membenahi BUMD Riau. Namun, LE khawatir Andi Rahman bakal bernasib seperti gubernur pendahalunya, karena diduga terlibat kasus korupsi Kementerian ESDM yang melibatkan mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana dan kasus pembahasan ABPD Riau yang melibatkan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun. 

"Solusi untuk membenahi BUMD Riau sebenarnya, segera angkat Plt Gubernur jadi gubernur. Tapi saya kalau saya disuruh komentar soal kasusnya, saya no comment soal itu," kata Anggota DPR asal Riau ini.  "Di sinilah perlunya fit and proper test ulang terhadap para direksi," katanya.

(wid/wid)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA