TRENDING TAG:
  • Home
  • Olahraga
  • Nasib Lorenzo-Rossi Ditentukan Satu Kesalahan Demi Juara Dunia MotoGP...

Nasib Lorenzo-Rossi Ditentukan Satu Kesalahan Demi Juara Dunia MotoGP

Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:09:27
Wayne Rainey menjagokan Jorge Lorenzo untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015. (REUTERS/Jason Reed)
Riauheadline.com - Legenda balap motor Grand Prix, Wayne Rainey, mengutarakan prediksinya mengenai persaingan duo Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, jelang tampil di MotoGP Inggris, Minggu (30/8).

Lorenzo dan Rossi memasuki MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone dengan torehan poin yang sama (211). Lorenzo berada di puncak klasemen sementara berkat torehan kemenangan lebih banyak. Rossi meraih tiga kemenangan, sedangkan Lorenzo sudah merebut lima kemenangan.

Rainey, yang menjuarai kelas 500cc sepanjang 1990 hingga 1992, yakin persaingan Lorenzo dan Rossi akan berlangsung hingga seri terakhir. Pebalap yang tidak melakukan kesalahan akan merebut gelar juara dunia.

"Rossi dan Lorenzo sama-sama menunggangi Yamaha, ban yang sama, peralatan yang sama, tim yang sama. Jadi kedua pebalap tahu, satu kesalahan saja akan membuat mereka kehilangan gelar juara dunia," ujar Rainey seperti dilansir situs resmi MotoGP.

"Rossi dan Lorenzo akan memaksa lawan masing-masing melakukan kesalahan. Menurut saya, gelar juara dunia akan ditentukan dengan cara itu, bukan balap-balapan di trek. Semua tergantung siapa yang melakukan kesalahan."

Jika harus bertaruh, Rainey akan menjagokan Lorenzo. Selain karena tren positif yang dimiliki Lorenzo, Rainey juga menganggap juara dunia MotoGP 2010 dan 2012 itu memiliki kecepatan yang lebih baik daripada Rossi.

"Lorenzo punya kecepatan, pengalaman, dan determinasi. Saya akan menjagokan Lorenzo, karena dia punya kecepatan murni. Tapi, dalam balap motor, semuanya bukan hanya masalah kecepatan," tegas Rainey.

Rainey juga tidak menutup peluang juara bertahan, Marc Marquez, yang saat ini masih tertinggal 52 poin dari Lorenzo dan Rossi.

"Yamaha akan berusaha sekuat mungkin agar Marquez tidak kembali ke persaingan. Tapi, jangan kesampingkan Marquez. Jika Marquez secara matematis tidak bisa mengejar, maka di baru akan menyerah," ucap Rainey.

(cnn/cnn)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA