TRENDING TAG:

Kadisdik Dumai Yakini UN SMP Sederajat Maksimal

Minggu, 3 Mei 2015 | 18:33:47
DUMAI - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Dumai H.Sya'ari menyakini bahwa seluruh persiapan secara administrasi dan persiapan siswa guna menghadapi Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) ataupun Madrasah Tsanawiyah (MTS) sederajat telah dilakukan secara maksimal.

Dikatakan Sya'ari, UN yang akan dilaksanakan mulai Senin (4/5) hingga Kamis (7/5) mendatang, sejauh ini segala persiapan guna menghadapinya masih berjalan lancar dan normal. Sementara itu terkait sistem yang akan dilaksanakan, di Kota Dumai terbagi menjadi dua (2) sistem yakni ujian dengan sistem manual dan ujian berbasis online menggunakan sistem Coimputer Based Test (CBT).

"Untuk UN dengan sisitem CBT, segala persiapan telah dilakukan semaksimal mungkin dan telah beberapa kali dilakukan uji coba. Sementara untuk UN dengan sistem manual, seluruh soal yang telah didistribusikan oleh pusat sejak beberapa hari lalu dan telah kita terima, Alhamdulillah tidak ada satu kendala apapun," katanya, Sabtu (2/5) usai upacara peringatan Hardiknas tahun 2015.

Kedepannya, lanjutnya, soal-soal tersebut setiap harinya akan didistribusikan kesekolah-sekolah pada pukul 6:00 WIB sebelum UN dimulai. 

"Masing-masing perwakilan sekolah nantinya akan mengambil soal langsung ke Disdik sesuai jumlah siswa dan soal cadangan yang telah ditetapkan, dan tentunya sebelum soal itu didistribusikan kesekolah-sekolah akan dilakukan serah terima soal antara Disdik dan Pihak Sekolah melalui pengawasan Polisi ataupun Pihak Keamanan," paparnya.

Meskipun di Kota Dumai masih terdapat satu sekolah SMP yang berada paling jauh dari perkotaan khususnya Kantor Dinas Pendidikan, tapi dikatakan dan dipastikan Sya'ari, itu semua masih sempat. 

"SMP Negeri 9 adalah sekolah yang berada paling jauh dari perkotaan, yakni bertempat di Kecamatan Sungai Sembilan, namun dipastikan jika penjemputan soal telah dapat dilakukan pukul 6:00 WIB, tentunya itu masih sangat sempat," yakinnya.

Meskipun mengaku tidak ada kendala yang dihadapi dari segi administrasi maupun persiapan siswa, namun Kadisdik tetap menekankan kepada seluruh siswa untuk tetap tenang agar dapat memperoleh kejernihan berfikir dan fokus pada saat mengerjakan soal UN. "Jangan pernah terpengaruh dan percaya atas SMS yang berisi kunci jawaban dari pihak-pihak tak bertanggung jawab," tegasnya.

Dijelaskan Sya'ari, UN tidaklah lagi menjadi bahan penentu kelulusan siswa, pasalnya saat ini UN hanya dijadikan sebagai bahan pemetaan pendidikan dan bahan penilaian bagi siswa guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk itu, dalam hal ini kejujuran siswa dalam mengerjakan UN sangat diharapkan, sehingga apapun nanti hasilnya sesuai apa yang diharapkan atau tidak merupakan hasil siswa sendiri tanpa pengaruh pihak manapun," harapnya. 

Atas nama Pemerintah Kota Dumai, lanjutnya, Sya'ari mengajak kepada seluruh Kepala Sekolah dan Pengawas Ruangan untuk mari bersama-sama melaksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

"Tolong dilaksanakan sesuai apa yang telah ditetapkan dan tetaplah laksanakan tugas sesuai petunjuk operasional. Bersikaplah profesional dan mari kita antarkan bersama anak didik kita menuju masa depan yang semakin berada didepan mata," tutupnya.

Sementara itu, terkait kerapnya terjadi kebocoran soal UN di Indonesia, Wakil Walikota Dumai Dr.H.Agus Widayat berpesan dan berharap agar seluruh anak didik peserta UN dapat belajar dengan bersungguh-sungguh, jangan ragu-ragu, jangan takut, kuasai ilmu, terus berfikiran maju dan gapailah cita-cita serta tetaplah ikhtiar.

"Itulah hal yang harus dilakukan agar siswa dapat percaya diri dalam mengerjakan UN, sehingga dapat terhindarkan dari pengaruh pihak luar dan kunci jawaban yang kerap diedarkan oleh pihak tak bertanggung jawab melalui SMS," katanya.

Bila mana nantinya anak didik peserta UN mendapat bocoran soal dari pihak tak bertanggung jawab, jangan pernah mempercayainya. 

"Sebab saya rasa, sistem yang telah diterapkan di Indonesia khususnya Kota Dumai telah dirancang sedemikian rupa, sehingga bila mana nantinya itu terjadi, pastilah itu hanya perbuatan segelintir pihak tak bertanggung jawab yang hanya ingin memecah konsentrasi anak didik sebagai generasi penerus bangsa tersebut," pungkasnya.

(adi/via)

BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERPOPULER