TRENDING TAG:
Sukses Integrasikan 40 Persen Peserta Jamkesda ke BPJS

Pemkab Meranti Raih Penghargaan JKN Award dari Menkes

Minggu, 30 Agustus 2015 | 22:04:18
MERANTI - Perhatian besar Pemkab Kepulauan Meranti terhadap sektor kesehatan masyarakat mendapat apresiasi pemerintah pusat. Melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah pusat akan memberikan penghargaan JKN Award kepada Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (1/9) malam besok, di Gedung Kemenkes RI Jalan Rasuna Said, Jakarta. 

Pemberian penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award ini rencananya akan diberikan oleh Menteri Kesehatan Nilla Djuwita F Moeloek kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti dr Irwan Suwandi mewakili Penjabat Bupati Kepulauan Meranti. Penghargaan ini atas partisipasi aktif Pemkab melalui Dinas Kesehatan mendaftarkan warga miskin yang menjadi peserta Jamkesda ke BPJS. 

"Pemberian JKN Award ini dalam rangka ulang tahun ke-47 BPJS Kesehatan. Pemkab Meranti memperoleh penghargaan ini atas partisipasi kita mengintegrasikan 40 persen peserta Jamkesda ke BPJS dalam waktu tiga bulan terakhir," kata dr Irwan Suwandi, Ahad (30/8). 

Menurutnya, sesuai target pemerintah, seluruh peserta Jamkesda harus sudah terintegrasi ke BPJS pada 2016. Mengintegrasikan peserta Jamkesda ke BPJS ini juga sudah menjadi program prioritas Pemkab Meranti. Untuk Provinsi Riau, hanya Meranti, Dumai, dan Siak yang mendapatkan penghargaan ini. 

Menurutnya, peserta yang didaftarkan ke BPJS akan mendapatkan kartu Indonesia sehat (KIS). Kepesertaan mendapatkan KIS ini dibagi dua kelompok yakni, pertama: kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri, ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya; dan kedua, kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah. 

"Nah penghargaan yang kita raih ini atas peran aktif kita mengintegrasikan kelompok kedua tadi. Dari bulan Juni hingga Agustus tahun ini kita sudah mengintegrasikan 12.810 jiwa warga miskin yang memegang Jamkesda ke BPJS," tambahnya. 

"Jumlah ini sekitar 40 persen dari total warga miskin pemegang jamkesda yang berjumlah 32.658 jiwa. Tahun depan kita targetkan sisa 60 persen dari seluruh peserta Jamkesda ini sudah terintegrasi ke BPJS," jelas Irwan. 

Menariknya, Irwan menambahkan total premi yang dibayarkan berjumlah Rp 1,034 miliar untuk 12.810 jiwa tadi ditanggung oleh Pemkab Meranti dan Pemerintah Provinsi. 

"Kita menjalin kerjasama dengan Pemprov Riau untuk menanggung premi BPJS warga ini. Ketentuannya, 60 persen ditanggung Pemkab Meranti dan 40 persen lagi ditanggung Pemprov Riau. Tahun 2015 ini anggaran untuk bayar premi BPJS itu sudah tersedia. Tahun depan kita perkirakan butuh Rp 4,5 miliar untuk membayar premi BPJS ini," ungkap dia. 

Adapun rincian besaran premi yang dibayarkan adalah Rp 19.225 per bulan untuk setiap jiwa tadi. Irwan berharap jumlah peserta BPJS yang ditanggung oleh Pemkab ini, bisa berkurang setiap tahun. 

"Ini kan khusus untuk masyarakat tidak mampu. Kita harapkan seluruh warga mendaftar ke BPJS agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis. 

Dia juga menguraikan bahwa kartu lainnya seperti kartu eks Askes, eks Jamkesmas, KJS, Kartu JKN BPJS Kesehatan, masih tetap berlaku sesuai ketentuan sepanjang belum diganti dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dalam kesempatan terpisah Kepala Bagian Humas Ery Suhairi menjelaskan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti terus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. 

"Peningkatan pelayanan kesehatan ini terus dilakukan secara bertahap karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar dan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan juga masih terbatas," papar dia.

(adv/hum/fan)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA