TRENDING TAG:

Diskes Meranti Integrasi Belasan Ribu Peserta Jamkesda ke BPJS

Rabu, 2 September 2015 | 20:02:11
MERANTI - Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti telah mengintegrasikan 12.810 peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jumlah tersebut 40 persen dari total 32.658 peserta Jamkesda di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Suwandi, mengungkapkan, meskipun masih 40 persen dari total peserta Jamkesda yang berhasil diintegrasi, namun, diprediksi bisa mengurangi beban pemerintah sebesar Rp 1,034 miliar. 

Tidak hanya itu, bagi masyarakat yang sudah terdaftar ke dalam BPJS, maka peserta BPJS berhak mendapatkan kartu indonesia sehat (KIS).

Dijelaskan Irwan, ada dua kelompok yang berhak mendapatkan KIS, yakni masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik yang yang membayar secara pribadi dan masyarakat yang dibayarkan oleh pemerintah. 

Integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan ini, lanjut Irwan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan tersebut diutamakan bagi warga tidak mampu.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, belum banyaknya masyarakat yang mengintegrasikan Jamkesdanya ke BPJS Kesehatan sebetulnya bukan karena masalah pendanaan. Persoalan utama lebih kepada pemahaman yang belum utuh mengenai program JKN.

"Ini tidak serta merta karena persoalan biaya, tetapi memang harus diberikan pemahaman dulu kepada masyarakat agar jangan sampai ada dualisme sistem jaminan kesehatan masyarakat. Di Meranti sudah memulainya, dan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain. Jadi memang sosialisasi ini perlu ditingkatkan," katanya.

Irwan menambahkan, dari total premi yang harus dibayarkan untuk 12.810 peserta BPJS tersebut, jika dikalikan dengan iuran sebesar Rp 19.225 sudah menghasilkan dana sebesar Rp 1.034 miliar.

"Kami optimis, tiap hari jumlah peserta Jamkesda yang berintegrasi ke BPJS akan semakin bertambah. Tahun depan saya perkirakan nominal premi yang akan dibayarkan meningkat menjadi Rp 4,5 miliar," ujarnya.

Meskipun begitu, Irwan mengungkapkan, bagi masyarakat yang masih memiliki kartu Askes, Jamkesmas, dan KJS masih tetap berlaku selama belum diganti dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS). "Kami berharap seluruh warga segera mendaftarkan diri ke BPJS agar mendapatkan pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan," ujarnya. 

(adv/hum/fan)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA