TRENDING TAG:

Kemenhub RI Beri Saran Pemkab Rohil Soal Sarana Transportasi

Rabu, 24 Juni 2015 | 20:08:03
ROKAN HILIR - Bupati Rokan Hilir H. Suyatno berjanji akan memperbaiki sistem transportasi sesuai dengan masukan dan saran dari Kementerian Perhubungan RI.

"Sistem transportasi kita sudah dinilai dan harapan kita bisa bagus dan dinilai secara ojektif," kata Bupati saat ekspor yang dilakukan tim Wahana Tata Nugraha Kemenhub RI di Bagansiapiapi, Selasa (23/6) kemarin.

Bupati berjanji akan segera melakukan perbaikan terkait beberapa sarang yang belum sempurna. ''Terimakasih atas penilaiannya. Harapan kita, setidaknya Rohil bisa meraih minimal peringkat 3,'' harap Bupati.

Atas saran tim penilai, Kadishubkominfo Rohil Mukhtar Lutvie mengaku telah mencatat semua masukan yang disampaikan oleh pihak Kementerian. "Kita catat semua dan poin-poinnya akan kita penuhi dalam waktu dekat," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Kementrian Perhubungan Republik Indonesia menilai, hampir 70 persen penyelenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan di Kabupaten Rokan Hilir sudah memenuhi sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan, dan menjamin ekuitas hak pengguna.

Namun, menurut tim penilai, ada perbaikan yang harus dilakukan agar Kabupaten Rokan Hilir meraih Wahana Tata Nugraha ( WTN ) tahun 2015, diantaranya, masyarakat dilarang menjemur gabah dipinggir jalan. Kemudian, jalan pahlawan yang berlubang dan berpasir harus segera diperbaiki.

Selain itu, tim juga menilai kondisi trotoar di Bagansiapiapi seharusnya lebarnya minimal 1,5 meter. Sedangkan yang ada sekarang baru 1 meter. Di Jalan Sentosa, atap los para pedagang membuat ruang sempit pejalan kaki.

Selanjutnya, Zebra Cross di Batu Enam, harus dilakukan pengecatan ulang karena banyak yang sudah kusam dan marka-marka jalan banyak belum lengkap. Kemudian poin rambu lalu lintas ada masih terpasang namun masih dalam keadaan rusak. APIL (Arah Pemberi Isyarat Lampu Lalu Lintas ) banyak yang tidak berfungsi.

Bundaran di Batu Enam, belum dilengkapi dengan marka jalan. "Harus ada markanya, jadi orang dari jauh tahu bahwa didepan ada bundaran," katanya. Sedangkan untuk parkir harus ada rambu tanda "P", namun di Bagansiapiapi belum ada satupun tanda itu. Petugas parkir serta areanya belum begitu teratur. 

(rdk/grc)
BAGIKAN:
KOMENTAR
BERITA LAINNYA
BERITA TERPOPULER